Gud Nite ?
Tuesday July 29th 2008, 7:21 am
Filed under: My Precious Moment

S - ebelum
E - ngkau
L - arut dalam
A - nganmu
M - intalah pada
A - llah  untuk
T - emani tidurmu

M - aka engkau
A - kan
L - ebih yakin kalau
A - llah selalu
M - enjagamu

( thienadum )



July 20th ‘08 . . . What’s My Age Again ?
Sunday July 20th 2008, 12:00 am
Filed under: My Precious Moment

Dumsygthie

Bukan hanya “KEINDAHAN CINTA” yang dicari setiap insan ..

tetapi “ARTI CINTA” yang sesungguhnya lah yang selalu didambakan oleh setiap insan ..

Jangan katakan selamat tinggal jika kita belum siap meninggalkannya ..

Jangan menyerah karena cinta, perjuangkanlah, dan jagalah cintamu jika kamu menginginkannya karena jika kamu membiarkannya pergi berarti kamu tidak mencintainya sepenuh hati ..

Manusia yang pernah merasakan sakitnya cinta akan selalu menjaga cintanya ..

Karena bagi mereka yang tersakiti sangat mengerti bahwa cinta telah merubah hidupnya menjadi lebih berarti ..

( oleh Putri Sampaghita Trisnawinny Santoso )

-

Hiasi tidurmu dengan segenggam cinta ,

Selimutkan diri dengan kasih sayang,

Lelapkan mata dengan ketenangan jiwa

dan alaskan tidur dengan sepotong doa

( t h i e n a d u m )

-

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan,

mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab …

Cinta tidak datang dari bibir, lidah dan pikiran

melainkan dari hati . . .

( t h i e n a d u m  )

-

Lama tak terhirup wangi tubuhmu
Mulai samar sketsa wajah sumringah itu
Senyum lugu penggoda kalbu
Bibir tipis tak bergincu

Duhai Pelita
Kerlipmu tak pernah pudar
Selalu menari-nari hiasi temaram hati
Menyinari dinding waktu yang terus melaju

Di antara fajar semesta rindu saling beradu
Mencari penggalan cerita sukacita kita
Meresapi lenguhan yang mengiang di telinga
Rasakan lagi genggaman lentik jemari

Apakah kau merindukannya juga
Atau semuanya sudah rapi menjadi satu dokumentasi
Menjadi file yang tersimpan dalam lemari sunyi

( t h i e n a d u m  )

-

Cinta itu hutan meneduhkan, indah tapi kadang kita tersesat di dalamnya ..

Cinta itu matahari panas membakar tapi ia berguna ..

Cinta itu hujan selalu kita berlari agar tak terguyur tapi selalu kita kenang saat kemarau menyerang ..

Cinta itu awan kadang berarak beriringan kadang hilang tak tahu kemana ..

Cinta itu kadang menyebalkan tapi juga kurindukan ..

( t h i e n a d u m )

 



Kilas Balik Bencana Gempa Tektonik di kota Yogyakarta 27 Mei 2006
Sunday May 27th 2007, 11:59 pm
Filed under: My Precious Moment

Pagi hari sekitar pukul 05.53 WIB Daerah Istimewa
Yogyakarta dikejutkan dengan getaran gempa hebat, yang menyebabkan
kerusakan sejumlah bangunan. Perkiraan awal ditaksir dengan kaitan
aktivitas Gunung Merapi, yakni tampak setelah gempa terjadi gumpalan
asap menjulang tinggi ke atas permukaan langit. Terjadi pemadaman
listrik hingga siang hari, menyebabkan kita ketinggalan informasi
mengenai bencana tersebut, sampai diketahui ternyata asal gempa berasal
dari laut selatan, tepatnya pada tumbukkan lempengan di Samudera Hindia
pada kedalaman dangkal 14 - 17 km di bawah permukaan
laut.(Sumber Badan Meteorologi dan Geofisika Yogyakarta). Kerusakan
yang terjadi pada bangunan seperti ambruknya rumah penduduk hingga rata
dengan tanah, dengan asumsi bangunan tua yang sebagian besar , terbuat
dari bata bahkan juga rumah bambu untuk penduduk yang kurang mampu ,
tercatat pula beberapa fondasi gedung pertokoan, bandara dan mall di
jalan Solo yakni Plaza Ambarukmo dan Saphier Square.

Tercatat jumlah korban terbesar yakini di
Kabupaten Bantul dan daerah sekitarnya , yang kira-kira 25 - 30 km dari
pantai selatan mengalami kerusakkan paling parah , untuk daerah
utara yakni Ring Road utara hanya sedikit mengalami kerusakan walau
gempa terasa cukup besar pula yaitu 5,9 skala ritcher.

Gempa susulan sempat terjadi hingga  malam hari. Sekitar 6 - 7 kali sejak kemunculan gempa susulan ke dua pukul 10.00
WIB , hingga sore dan terakhir pukul 20.00 WIB, dalam getaran yang relatif
lebih kecil. Warga kota Yogyakarta sempat diricuhkan oleh adanya isu
gelombang tsunami oleh beberapa provokator, yang sempat dituding oleh
sejumlah warga untuk mengalihkan situasi, untuk kemudian melakukan
penjarahan. Warga berbondong-bondong menuju ke dataran yang lebih
tinggi untuk mengungsi keselamatan, seperti tadi pagi sesudah gempa ,
jalan menuju puncak Kaliurang yakni jalan Gejayan dan jalan Kaliurang
terjadi macet total, akibat desakkan warga yang mengendarai
kendaraannya. Sampai-sampai stadion dan masjid juga menjadi pilihan.
Kemudian masyarakat dapat dihimbau bahwa tidak akan
terjadi tsunami. Korban mencapai hingga ribuan jiwa dan diperkirakan
kerugian mencapai triliunan rupiah. Dan kini rumah-rumah sakit setempat
semakin dibanjiri oleh pasien-pasien. Pemerintah telah mengerahkan
untuk segera membuka rumah sakit lapangan guna mengantisipasi daya
tampung rumah sakit.

Sejumlah aktivitas kerja, sekolah,
perkuliahan, SPBU bahkan perdagangan toko tutup sepanjang hari hingga
malam. Penduduk, terutama mayoritas mahasiswa mengalami kesulitan
mendapatkan bahan bakar dan tentu pula untuk bahan makanan, saya
sendiri sampai malam hari ini harus mengantri, tidak seperti
biasanya Jogja penuh dengan rumah makan dan lesehan. Tidak lebih dari
kira-kira pukul 8 malam, sejumlah warung makan kehabisan.  Beberapa
jaringan komunikasi seperti handphone dan internet sempat mengalami
gangguan teknis sepanjang hari ini, dan syukurlah bisa kembali
berfungsi. Presiden dan sejumlah Menteri telah tiba di Yogyakarta
disambut oleh Gubernur, untuk kemudian meninjau langsung ke rumah sakit
antara lain RS Dr.Sardjito, RS Wirosaban, RS Panti Rapih, RS Bethesda,
dan beberapa rumah sakit penampungan, tak sedikit pula mengalami
kerusakan hingga saat ini mengalami masalah penerangan listrik padam.
Dan kini sempat beredar kembali, khabar isu akan terjadinya gempa
susulan dimulai dari pukul 9 malam ke atas, sejumlah warga memilih
beristirahat di teras rumah dengan menggelar tikar, tidak berada di
rumah mungkin terjaga hingga esok hari.

Sungguh suatu cobaan yang besar bagi kita semua akan
misteri kekuasaan Sang Pencipta, oleh karena itu mari kita bersama-sama
mendoakan keselamatan arwah para korban semoga diterima di sisi yang
layak dan tentunya sebagai mawas diri untuk para jiwa yang masih ‘
terselamatkan ‘.

Saya melaporkan peristiwa bersejarah hari ini dari ” Kota Pelajar Yogyakarta.

Sekian dan terima kasih.

Wassalam.

Yogyakarta, 27 Mei 2006